GEL ANTISEPTIK


HAND SANITIZER (Gel Antiseptik)
MELZA MAULIDA
Program Studi S1 Farmasi
STIKES Borneo Lestari
Banjarbaru
Email: melzamaulida19@gmail.com




I.     PENDAHULUAN


Mencuci tangan merupakan langkah yang cukup penting untuk mencegah penyebaran penyakit. Menurut Sjamsunir (2011) mencuci tangan bukanlah hanya sekedar pernyataan rasa bersih saja, akan tetapi dapat membunuh mikroorganisme yang dapat menimbulkan suatu penyakit. Tangan merupakan salah satu jalur penularan berbagai penyakit menular seperti penyakit gangguan usus dan pencernaan (diare, muntah) dan berbagai penyakit lainnya. Namun, kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya kebersihan tangan masih kurang. Masyarakat tidak sadar bahwa dalam beraktivitas, tangan seringkali terkontaminasi dengan bakteri atau mikroba.  Kulit sangat rentan terkena infeksi oleh karena itu, kulit memerlukan perawatan khusus untuk melindunginya. Salah satu cara yang dapat dilakukan sebagai pencegahan adalah menjaga kebersihan tangan sebelum makan dan minum dengan menggunakan gel antiseptik tangan sebagai alternatif praktis menggantikan sabun dan air untuk mencuci tangan.
Pemakaian antiseptik tangan dalam bentuk sediaan gel di kalangan masyarakat menengah keatas sudah menjadi gaya hidup. Beberapa sediaan hand sanitizer dapat dijumpai di pasaran dan biasanya banyak mengandung alkohol. Cara pemakaiannya adalah dengan diteteskan pada telapak tangan, kemudian diratakan pada permukaan tangan. Respon yang positif terhadap penggunaan antiseptik tangan barangkali berkaitan dengan paradigma bersih itu sehat, serta pemakaiannya yang praktis. Bahan antiseptik yang digunakan dalam formula sediaan adalah dari golongan alkohol dengan konsentrasi ± 50% sampai 70%. Sehingga dibuatlah satu sediaan dari bahan alami yaitu gel antiseptik dari daun sirih yang mudah digunakan untuk membunuh bakteri dan mudah digunakan yaitu gel antiseptik dari daun sirih. Sediaan yang akan  menimbulkan rasa nyaman pada kulit, mengurangi resiko terjadinya iritasi, praktis, dan memiliki aktivitas antibakteri. Maka mencuci tangan dengan cara yang inovatif sangatlah perlu agar tetap terjaganya kebersihan.

II.  PEMBAHASAN

2.1. Antiseptik
Antiseptik atau germisida adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan yang hidup seperti pada permukaan kulit dan membran mukosa. Menurut Lachman (2004) bahwa antiseptik berbeda dengan antibiotik dan disinfektan, yaitu antibiotik digunakan untuk membunuh mikroorganisme di dalam tubuh, dan disinfektan digunakan untuk membunuh mikroorganisme pada benda mati. Hal ini disebabkan antiseptik lebih aman diaplikasikan pada jaringan hidup daripada disinfektan. Namun, antiseptik yang kuat dan dapat mengiritasi jaringan kemungkinan dapat dialih fungsikan menjadi disinfektan contohnya adalah fenol yang dapat digunakan baik sebagai antiseptik maupun disinfektan. Penggunaan antiseptik sangat direkomendasikan ketika terjadi epidemi penyakit karena dapat memperlambat penyebaran penyakit.
Efektivitas antiseptik dalam membunuh mikroorganisme bergantung pada beberapa faktor, misalnya konsentrasi dan lama paparan. Konsentrasi mempengaruhi adsorpsi atau penyerapan komponen antiseptik. Pada konsentrasi rendah, beberapa antiseptik menghambat fungsi biokimia membran bakteri, namun tidak akan membunuh bakteri tersebut. Ketika konsentrasi antiseptik tersebut tinggi, komponen antiseptik akan berpenetrasi kedalam sel dan menganggu fungsi normal seluler secara luas, termasuk menghambat biosintesis pembuatan makromolekul dan persipitasi protein intraseluler dan asam nukleat (DNA atau RNA). Lama paparan antiseptik dengan banyaknya kerusakan pada sel mikroorganisme berbanding lurus. Mekanisme kerja antiseptik terhadap mikroorganisme berbeda-beda, misalnya dengan mendehidrasi (mengeringkan) bakteri, mengoksidasi sel bakteri, mengkoagulasi (menggumpalkan) cairan disekitar bakteri atau meracuni bakteri.
2.2. Hand sanitizer (Gel Antiseptik)
Gel pembersih tangan merupakan gel yang memiliki sebagai antibakteri dalam menghambat hingga membunuh bakteri Retno (2009). Menurut Diana (2012) terdapat dua hand sanitizer yaitu hand sanitizer gel dan hand sanitizer spray. Hand sanitizer gel merupakan pembersih tangan berbentuk gel yang berguna untuk membersihkan atau menghilangkan kuman pada tangan, mengandung bahan aktif alkohol 60%. Hand sanitizer spray merupakan pembersih tangan berbentuk spray untuk membersihkan atau menghilangkan kuman pada tangan yang mengandung bahan aktif irgasan DP 300 : 0,1% dan alkohol 60%. Banyak dari gel ini berasal dari bahan beralkohol atau etanol yang dicampurkan bersama dengan bahan pengental, misal karbomer, gliserin, dan menjadikannya serupa jelly, gel, atau busa untuk memudahkan penggunaan dan menghindari perasaan kering karena penggunaan alkohol. Gel pembersih tangan atau hand sanitizer ini juga dikenal dengan detergen sintetik cair pembersih tangan yang merupakan sediaan pembersih yang dibuat dari bahan aktif detergen sintetik dengan atau tanpa penambahan zat lain yang tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Sehingga pada saat digunakan akan menimbulkan rasa nyaman dan tidak lengket.
Hand sanitizer dengan kandungan alkohol diatas 60% dapat berfungsi sebagai antibakteri maupun antivirus. Walaupun tidak dapat membunuh seluruh jenis bakteri dan virus. Mekanisme kerja dari hand sanitizer, bahan kimia yang mematikan bakteri disebut dengan bakterisida, sedangkan bahan kimia yang menghambat pertumbuhan disebut bakteriostatik. Bahan antimikrobial dapat bersifat bakteriostatik pada konsentrasi rendah, namun bersifat bakterisidal pada konsentrasi tinggi. Dalam menghambat aktivitas mikroba, alkohol 50-70% berperan sebagai pendenaturasi dan pengkoagulasi protein, denaturasi dan koagulasi protein akan merusak enzim sehingga mikroba tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan akhirnya aktivitasnya terhenti. Efektivitas hand sanitizer ini dipengaruhi oleh faktor fisik kimia seperti waktu kontak, suhu, konsentrasi, pH, kebersihan peralatan, kesadahan air dan serangan bakteri.

2.2.1. Kelebihan dan kekurangan Hand Sanitizer
1.    Kelebihan
Banyak hand sanitizer yang berasal dari bahan alkohol atau etanol yang dicampurkan bersama dengan bahan pengental, misal karbomer, gliserin, dan menjadikannya serupa jelly, gel atau busa untuk mempermudah dalam penggunaannya. Gel ini mulai populer digunakan karena penggunaanya mudah dan praktis tanpa membutuhkan air dan sabun. Gel sanitasi ini menjadi alternatif yang nyaman bagi masyarakat.
2.    Kekurangan
Seiring perkembangan zaman, dikembangkan juga pembersih tangan non alkohol, tetapi jika tangan dalam keadaan benar – benar kotor, baik oleh tanah, udara, darah, ataupun lainya, mencuci tangan dengan air dan sabun lebih disarankan karena gel hand sanitizer tidak dapat efektif membunuh kuman dan membersihkan material organik lainnya. Alkohol banyak digunakan sebagai antiseptik /desinfektan untuk desinfeksi permukaan kulit yang bersih, tetapi tidak untuk kulit yang luka. Selain itu terlalu sering digunakan selain dapat membuat kulit iritasi juga dapat mengangkat minyak alami pada tangan dan cenderung jadi lebih kering (Hapsari, 2015).
2.2.2. Cara Penggunaan Hand Sanitizer
Cara Penggunaan Hand Sanitizer menurut WHO :
1.    Tuang gel antiseptik ke salah satu telapak tangan, jumlahnya kira-kira satu genggam.
2.    Usap gel menggunakan kedua telapak tangan
3.    Gosok sela-sela jari, dengan posisi satu telapak tangan di atas punggung tangan.
4.    Gosok sela-sela jari, dengan posisi kedua telapak tangan berhadapan.
5.    Gosok bagian belakang jari dengan posisi tangan saling mengunci.
6.    Gosok bagian ibu jari dengan telapak tangan, dan lakukan gerakan memutar.
7.    Gosok bagian ujung jari di atas telapak tangan dengan gerakan memutar.
8.    Disarankan Anda menggosok tangan setidaknya selama 20-30 detik.

2.3.   Hand Sanitizer Dari Bahan Alami
Gel antiseptik tangan di masyarakat sekarang ini telah menjadi  gaya hidup modern. Perkembangan  ini dikarenakan prinsip hidup bersih, terhindar dari penyakit dan pemakaian yang praktis. Melihat kemanfaatannya, persyaratan keamanan, serta lebih terhindar dari efek samping yang ditimbulkan obat sintetik maka pengembangan pengobatan bahan alam mulai banyak disukai. Dalam pembuatan sediaan obat herbal, keamanan dan efektifitas suatu obat bahan alam harus mempertimbangkan formulasi atau rancangan dari suatu bentuk sediaan yang tepat. Berdasarkan fakta-fakta tersebut maka daun sirih dirasa cocok sebagai tanaman yang berkhasiat sebagai antiseptik karena mengandung minyak atsiri yang terdiri dari hidroksi kavikol, kavibetol, estargiol, eugenol, metileugenol, karvakrol, terpen, seskuiterpen, fenilpropan dan tanin memiliki kemampuan membunuh mikroorganisme (Hara, 2010). Sehingga dibuatlah satu sediaan yang mudah digunakan untuk membunuh bakteri dan mudah digunakan yaitu gel antiseptik dari daun sirih.


III.   PENUTUP
3.1. Kesimpulan
1.    Antiseptik atau germisida adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan yang hidup seperti pada permukaan kulit dan membran mukosa.
2.  Hand Sanitizer merupakan pembersih tangan yang memiliki kemampuan antibakteri dalam menghambat hingga membunuh bakteri.
3.  Sediann Hand Sanitizer ada 2 macam yaitu Hand Sanitizer gel dan Hand Sanitizer spray.
4.  Kelebihan dari  Hand Sanitizer yaitu praktis serta mudah digunakan tanpa air, tetapi jika penggunaan secara berlebihan akan membuat kulit kering bahkan mengiritasi.
5.  Gel antiseptik dari daun sirih merupakan Hand Sanitizer berbahan alami.

3.2. Saran
1. Bagi para Ilmuwan
Dari artikel ini diharapkan dapat digunakan sebagai informasi bahwa antiseptik dari sediaan gel  yang mudah dan praktis digunakan.
2.    Bagi rekan seprofesi
Diharapkan akan adanya menambah inovasi dengan membuat produk baru berupa gel antiseptik yang lebih menarik dan lebih praktis.
3.    Bagi sekelompok praktisi
Diharapkan kepada praktisi nantinya agar dapat mengembangkan antiseptik baik berupa sediaan gel maupun sediaan lainnya dari bahan alami yang mudah di dapat dan kandungan yang lebih kuat lagi untuk membunuh mikroorganisme.



DAFTAR PUSTAKA

Diana, Anggita. 2012. Pengaruh Penggunaan Hand Sanitizer Gel dan Spray. Yogyakarta.: Gramedia.

Hapsari, Hartina. 2015. Efektivitas Mencuci Tangan Menggunakan Cairan Pembersih Tangan Antiseptik. Malang: Inti Media

Hara. 2010. Analisis Zat Berkhasiat Daun Sirih. Bandung: Bumi Aksara.
Lachman, Leon. 2004. Teori dan Praktek Farmasi Industri. Jakarta: UI Press.

Retno, isnaeni. 2009. Kuman dengan Hospes dan Lingkungan. Jakarta: UI Press.

Sjamsunir. 2011. Macam-Macam Sediaan dan Teknologi Farmasi. Yogyakarta: UGM Press.

WHO. 1992. The International Pharmacopeia. Editioni IV. Electronic Version Geneva: World Health Organization.


Komentar

Posting Komentar